Kota Ende Sebagai Kota Lahirnya Gagasan Dasar Negara Pancasila


Penulis : Gaudensia Purnama (Pendidikan Sejarah 2021) 
Editor : Laurentius Aditya Pradana (Pendidikan IPS 2021)

Sumber : KOMPAS.com/GARRYANDREWLOTULUNG


Kota Ende, Kabupaten  Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama ini mungkin hanya dikenal sebagai tempat pengasingan Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada masa penjajahan Belanda selama 4 tahun. Sebuah kota tua yang mengukir sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Namun, sebagian besar orang belum mengetahui bahwa Kota Ende juga menjadi tempat lahirnya gagasan dasar negara Pancasila yang dirumuskan oleh Bung Karno saat masa pengasingan tersebut. Kala itu, Bung Karno bersama dengan sang istri, Inggit Garnasih, anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika, serta mertuanya yang bernama Ibu Amsi, diasingkan ke Kota Ende oleh Belanda dari tanggal 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938. Dalam pengasingan tersebut, Soekarno melakukan berbagai hal, seperti belajar ajaran Islam, dan melukis untuk menghindari kejenuhan. Satu hal yang paling utama beliau lakukan ialah memikirkan rancangan Rumusan Dasar Negara Indonesia. 


Sebelum sidang pertama BPUPKI, Soekarno telah merenungkan gagasan mengenai dasar negara Indonesia ketika masa pengasingannya di Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 1934 hingga 1939. Tepatnya di rumah pengasingan yang terletak di Jalan Perwira, Kampung Ambugaga, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, NTT.


Sumber : Indonesiatraveler.id


Dalam beberapa sumber tertulis, dijelaskan bahwa tempat pengasingan Bung Karno di Ende yang selalu menjadi tempatnya menyendiri dan merenung banyak hal terkait bangsa ini, berhasil membuat Bung Karno menemukan ide gagasan dasar negara yang kemudian gagasan tersebut beliau sampaikan dalam Sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei- 1 Juni 1945. Gagasan tersebut dikenal dengan nama “PANCASILA” (Panca = lima, Sila = dasar) yang memuat isi Ketuhanan Yang Maha Esa, Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan, Kebangsaan Indonesia, Mufakat atau Demokrasi, dan Kesejahteraan Sosial. 


Tempat yang selalu ditempati Bung Karno untuk merenung dan memikirkan gagasan dasar negara ini hingga sekarang masih ada dengan nama “Taman Merenung Bung Karno”. Selain itu, juga terdapat sebuah pohon yang dulu disejarahkan sebagai sumber Bung Karno mendapatkan gagasan terkait dasar negara Pancasila, yakni sebuah pohon sukun dengan lima cabang yang posisinya persis di dekat Taman Renungan Bung Karno. Pohon tersebut lalu dikenal dengan nama “Pohon Pancasila”. Hingga sekarang di Kota Ende tersebut, terdapat patung Bung Karno yang tengah duduk di bangku taman yang berada di samping pohon sukun dekat rumah pengasingannya.


REFERENSI:

Taman Renungan Bung Karno di Ende https://travel.kompas.com/read/2022/05/31/220300327/taman-renungan-bung-karno-di-ende-ntt-tempat-lahirnya-pancasila?page=all, diakses 1 juni 2022


Kisah Unik Soekarno Rumuskan Pancasila di Bawah Pohon Sukun di Ende: Kutemukan Lima Butir Mutiara https://www.kompas.tv/article/294511/kisah-unik-soekarno-rumuskan-pancasila-di-bawah-pohon-sukun-di-ende-kutemukan-lima-butir-mutiara, diakses 1 juni 2022-06-01


Soemohadiwidjojo, R. (2016). Bung Karno Sang Singa Podium (Edisi Revisi). Second Hope.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mendukung IKMK FIS. Salam Pergerakan!