Keunggulan Prinsip Pendidikan Katolik

Penulis : Elisabeth Gwenda Eka Prahasti (Pendidikan Sosiologi 2019)

Editor : Laurentius Aditya Pradana (Pendidikan IPS 2021)


Sumber : katolisitas.org


Pada tanggal 2 Mei kemarin kita merayakan hari ‘Pendidikan Nasional’. Ngomong-ngomong hal tersebut, apakah kamu tahu nilai yang menjadi keunggulan dalam pendidikan Katolik? Kalau enggak, berarti artikel ini dibuat untuk kamu. Jangan sampai, kamu sebagai kaum muda Katolik tidak mengetahui nilai keunggulan dari pendidikan Katolik.


Pendidikan Karakter dan Moral

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy (De Gegan, 2019) pernah berkata bahwa “Sekolah Katolik dapat memenuhi unsur Pendidikan Penguatan Karakter (PKK)”. Jika pendidikan pada umumnya dipahami sebagai proses transformasi ilmu pengetahuan dari guru kepada peserta didik, maka pendidikan Katolik akan menambahnya dengan membekali peserta didik ilmu untuk membentuk watak, karakter, dan moralitas.


Pendidikan yang didasarkan pada Iman Kristus menjadi pusat dari penyempurnaan akal budi kita sebagai manusia. Tetapi tidak hanya bagi hal tersebut, ada juga penyempurnaan hati nurani, karakter pribadi, moralitas, dan iman kepercayaan. Inilah yang menjadikan pendidikan Katolik memiliki ciri khasnya tersendiri. 


Lantas acuan pendidikan Katolik berasal dari mana? Kita mengetahui kalau Gereja Katolik memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan, dimana Yesus Kristus menjadi “Guru” bagi kita umat-Nya. Sehubungan dengan hal tersebut, Paus Paulus VI pada tanggal 28 Oktober 1965 mengumumkan tentang Dokumen Konsili Vatikan II yang salah satunya berisi Deklarasi Gravissimum Educationis. Secara etimologis, dapat diartikan sebagai keberatan-keberatan dalam proses pendidikan yang didalamnya dijelaskan mengenai penghalang (tantangan) dari waktu ke waktu agar lembaga pendidikan Katolik dapat berjuang meningkatkan kualitas pendidikan.


Sumber : terang-sabda.com


Perlu kamu ketahui bahwa didalam Deklarasi Gravissumum Educationis ini terdiri dari 12 poin pokok besar. Diantaranya, dijelaskan mengenai sekolah Katolik yang berasaskan pendidikan moral dan keagamaan, dimana intinya sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampingan pada pertumbuhan dan perkembangan, sehingga peserta didik menjadi berani, tekun, dan bertanggung jawab kepada Gereja dan masyarakat. 


Pendidikan Keagamaan

Untuk mendekatkan peserta didik dengan Tuhan, maka pendidikan Katolik seringkali melibatkan Gereja Katolik dalam prosesnya. Peran Gereja dilihat melalui pemberian sakramen- sakramen kudus, devosi kudus (seperti doa Rosario, doa Litani, dan renungan harian), dan banyak tradisi Gereja lainnya. Pada dasarnya, tujuan utama dari pendidikan Katolik sejalan dengan tujuan Gereja Katolik yang ingin menjadikan mereka sebagai sarana umat Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan sebagai sarana untuk bertumbuh serta berkembang dalam kekudusan.


Sumber : kitakatolik.com


Nah, inilah kenapa pendidikan Katolik memiliki keseimbangan diantara pembentukan kepribadian dan nilai kristiani yang menjadi satu dalam seorang individu. Hal itu dikarenakan, ciri manusia dewasa pada akhirnya tidak hanya terbatas pada fisik saja, melainkan juga pada psikis dan spiritual. Dengan demikian, peserta didik dari sekolah pendidikan Katolik dapat mewujudkan peserta didik yang siap untuk membangun relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan sebagai Pencipta serta lingkungan-Nya. 


Setelah membaca penjelasan di atas, kamu jadi tahu keunggulan prinsip pendidikan Katolik diantara ada pendidikan karakter dan moral serta pendidikan keagamaan. Tetapi sebenarnya, masih banyak prinsip lainnya dalam pendidikan Katolik yang tercantum kedalam Deklarasi Gravissumum Educationis. Apa saja itu? Ini dia!


Sumber: Dokumen Pribadi Penulis

Nggak masalah kalau kamu belum hafal semuanya, asal jangan lupa untuk tetap menerapkan kedua nilai unggul sebelumnya ya, hehehehe. Biar kamu bisa menjadi kaum muda Katolik yang memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi Gereja serta masyarakat sekitar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mendukung IKMK FIS. Salam Pergerakan!