Neraka Baru Setelah Kejatuhan Nazi Jerman

Penulis : Ignatius Senapatya Pandujagad Yuswondo (Ilmu Sejarah 2021)

Editor : Gaudensia Purnama (Pendidikan Sejarah 2021)

 

Sumber: vk.com. Wanita Jerman digunduli oleh Masyarakat Perancis. 


Kejatuhan Nazi Jerman di Eropa membuat jutaan rakyat Eropa khususnya negara negara yang terjajah oleh Jerman seperti Prancis, Belgia, Polandia dan lain-lain. Bagi mereka kejatuhan Jerman adalah gerbang dari kebebasan kembali, suka cita orang orang dijalan merayakan hari kemenagan, atau yang sering disebut VE Day. 


Pada tanggal 8 Mei 1945, ketika Sekutu secara formal menerima penyerahan tanpa syarat angkatan bersenjata Jerman Nazi dan akhir dari Reich Ketiga Adolf Hitler pada Perang Dunia II. Para pemimpin negara sekutu bersorak dan berorasi pada rakyatnya akan kemenangan dan kepahlawanan mereka.


Namun dibalik semua itu ada sebuah masalah baru yang besar, bahkan bisa dibilang NERAKA baru. Banyak hal terjadi pasca kejatuhan Nazi Jerman yang sangat mengerikan, dan hal ini juga banyak berdampak pada wanita-wanita jerman maupun wanita wanita Eropa yang terjajah Nazi Jerman yang berhubungan dengan Tentara Jerman dan antek-antek Jerman di negaranya. Beberapa neraka baru tersebut:


1. Kasus Pemerkosaan Massal oleh tentara Soviet kepada Wanita-Wanita Jerman.

Pemerkosaan adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dibenarkan dari sudut pandang manapun, hal ini terjadi pada wanita-wanita Jerman pasca kejatuhan Jerman. Tentara merah memperkosa para wanita bahkan di jalan-jalan. Wanita Jerman diperkosa. Sebanyak dua juta yang jadi korban. Banyak yang meninggal. Tidak sedikit pula yang trauma. Bahkan banyak pula yang dibunuh setelah diperkosa. 


Sebenarnya hanya ada 3 cara dalam menghadapi hal ini, pertama rela dijadikan sebagai pemuas nafsu bagi tentara merah, kedua melawan hingga mati, atau yang ketiga melakukan bunuh diri massal untuk menjaga kehormatannya. 

Sumber: historia.id. Ilustrasi wanita – wanita Jerman yang diperkosa oleh Tentara Merah.


2. Perlakuan Diskriminatif terhadap wanita yang memiliki hubungan dengan Tentara Jerman.

Para wanita yang dianggap dan memiliki hubungan percintaan, maupun hanya tidur dengan tentara Jerman, akan mendapat perlakuan tidak manusiawi. Hal itupun dilakukan oleh warga Perancis sendiri. 


Wanita yang kedapatan memiliki hubungan dengan tentara Jerman akan dilarak di jalan-jalan. Layaknya sebuah karnaval, wanita-wanita ini kemudian digunduli secara massal di tempat umum. Rambut adalah mahkota bagi para wanita, dan apabila mahkota tersebut dicabut secara paksa, pasti membuat luka yang mendalam.




Sumber:

https://www.kompasiana.com/komjenrg6756/60bb929ed541df0a1e0a5cd5/pemerkosaan-massal-tentara-merah-bunuh-diri-massal-wanita-jerman

https://historia.id/politik/articles/bunuh-diri-massal-penduduk-jerman-di-demmin-P9BxJ/page/1

https://akurat.co/kisah-kelam-di-balik-d-day-ribuan-wanita-prancis-diperkosa-dan-digunduli




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah mendukung IKMK FIS. Salam Pergerakan!